Paper: Penggunaan Smart Mobile Phone (Survey Online)

PENGGUNAAN SMART MOBILE PHONE

Martinus, Yefta Santoso

Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Kristen Petra

Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya – 60236

Telp. (031) 2983442, Faks. (031) 8492562

Email: martinusaja@yahoo.com, y3ft4_ns@yahoo.com

Alamat Blog: martinusaja.wordpress.com, m23408024.wordpress.com

 

ABSTRAK

Dalam paper ini dipaparkan survey online untuk penggunaan smart mobile phone, yang bertujuan untuk mencari alasan para pengguna smart mobile phone menggunakan gadget tersebut hingga provider yang digunakan untuk mendukung jaringan smart mobile phone. Smart mobile phone yang semakin bervariasi dengan berbagai fitur-fitur yang menarik, meningkatkan daya saing antar produsen smart mobile phone. Tidak hanya produsen smart mobile phone saja yang bersaing ketat, tetapi provider-provider juga ikut serta bersaing dalam memberikan pelayanan kepada konsumen.

Kata kunci: Smart mobile phone, daya saing, provider

 1.    PENDAHULUAN

Banyaknya produsen smart mobile phone yang bermunculan di Indonesia, menimbulkan daya saing yang cukup kuat. Selain itu, peningkatan fitur-fitur yang terdapat pada smart mobile phone juga menambah daya tarik masing-masing produk, sehingga konsumen harus benar-benar pintar dalam memilih dan sesuai dengan kebutuhan. Tidak hanya pada produsen smart mobile phone saja yang bersaing, provider juga ikut bersaing dalam memberikan pelayanan kepada konsumen. Pelayanan tersebut berupa paket hemat dengan tarif yang semurah-murahnya, jaringan yang luas, dan pengaksesan yang cepat.

Paper ini disusun dengan sistematika sebagai berikut, bagian pendahuluan yang menjelaskan latar belakang penelitian, metode yang digunakan dalam disain sistem, kemudian mekanisme pengujian dan hasil-hasilnya. Di bagian akhir, paper ini akan ditutup dengan kesimpulan, saran dan terdapat lampiran yang berisi contoh kuesioner smart mobile phone.

2.    METODOLOGI PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan adalah survey secara online yang dilakukan oleh 40 orang responden yang terdiri dari 25 laki-laki dan 15 perempuan. Survey secara online menggunakan kusioner yang contohnya terdapat pada lampiran dari paper ini (dapat diakses pada alamat:https://docs.google.com/spreadsheet/viewform?formkey=dEc4X2kwR3N4cElRUXRUc0pnLWwwT3c6MQ#gid=0tentang). Dan dari kesemua responden, yang paling banyak mengisi adalah dari pelajar (33 orang), wiraswasta (4 orang), pegawai swasta (2 orang) dan guru (1 orang).

3.   HASIL PENELITIAN

Dari penelitian yang telah dilakukan, 99% responden menggunakan smart mobile phone sebagai gadget utama mereka. Alasan responden menggunakan smart mobile phone dapat dilihat pada grafik dibawah ini.

Pada grafik diatas, dapat dilihat bahwa alasan terbanyak yang dipilih responden menggunakan smart mobile phone adalah fitur-fitur pada smart mobile phone yang menarik. Dilihat dari alasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat persaingan yang cukup ketat antar produsen smart mobile phone. Produsen-produsen tersebut berlomba-lomba menarik hati para konsumen dengan memberikan fitur-fitur yang menarik. Selain itu, perkembangan smart mobile phone juga diakui oleh responden dimana smart mobile phone tersebut dapat melakukan mobile web-browsing dengan mudah dan serba instant, dimana saja dan kapan saja asalkan terdapat jaringan provider. Tidak di duga pula, bahwa smart mobile phone juga dapat membantu meringkan pekerjaan responden dan dijadikan sebagai gaya hidup atau life style.

Untuk operating sistem (OS) smart mobile phone yang digunakan oleh responden, dapat dilihat pada grafik dibawah ini.

Melihat grafik diatas, operating sistem yang paling banyak digunakan adalah blackberry OS, diikuti oleh i-OS, android, symbian, dan windows mobile. Dari grafik tersebut, dapat disimpulkan bahwa produsen blackberry telah berhasil memikat hati konsumen dengan memberikan fitur-fitur yang menarik pada produk-produknya.

Berlanjut pada fitur-fitur yang menarik sebagai alasan utama dalam menggunakan smart mobile phone, maka kegiatan yang sering dilakukan responden pada smart mobile phonenya, dapat dilihat pada grafik dibawah ini.

Dari 40 responden yang telah mengisi kuesioner, text messaging dipilih menjadi kegiatan yang sering dilakukan pada smart mobile phone. Seharusnya tanpa menggunakan smart mobile phone pun, kegiatan text messaging dapat dilakukan menggunakan mobile phone biasa (SMS). Maka perlu dicari tau lebih dalam lagi jenis text messaging mana yang digunakan responden, apakah mungkin terdapat fitur lain dalam text messaging selain SMS. Kegiatan tertinggi selanjutnya adalah social networking. Hal tersebut didukung dengan adanya website social networking seperti Friendster, Facebook, Twitter, dan sebagainya. Kegiatan yang lainnya adalah mendengarkan musik atau menonton video, mencari informasi, email, games dan download. Dari beberapa kegiatan yang sering dilakukan responden, didukung dengan fitur-fitur canggih dari setiap smart mobile phone yang ada. Hanya saja kegiatan text messaging menjadi kegiatan yang paling sering dilakukan oleh responden menggunakan smart mobile phone walaupun sebenarnya bisa dilakukan dengan menggunakan mobile phone biasa (SMS). Oleh sebab itu, perlu dicari tahu apakah terdapat fitur lain dalam text messaging selain SMS yang bisa dilakukan oleh smart mobile phone dan tidak bisa dilakukan oleh mobile phone biasa. Berikut ini adalah grafik text messaging yang sering dipakai responden selain SMS.

Melihat grafik diatas, ternyata selain SMS, Blackberry Messenger menjadi alternatif lain dalam text messaging. Fitur tersebut dimiliki oleh produsen blackberry, sehingga blackberry menjadi pilihan utama dalam memilih smart mobile phone. Keunikan yang timbul adalah ketika text messaging menjadi aplikasi/kegiatan yang sering dilakukan. Seharusnya tanpa smart mobile phone pun bisa melakukan text messaging. Tetapi produsen blackberry memberikan kelebihan dalam text messaging yang terdapat pada blackberry messenger. Untuk text messaging saat ini, selain chatting juga ditambahkan fitur pengiriman file berupa gambar atau audio. Text messaging selain blackberry messenger, yahoo messenger juga menjadi pilihan alternatif. Untuk yahoo messenger, dimiliki oleh website yahoo yang dulunya hanya bisa diakses menggunakan komputer. Tetapi sekarang, tanpa komputer pun dapat diakses menggunakan smart mobile phone.

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, tidak hanya produsen smart mobile phone saja yang bersaing ketat, provider pun juga bersaing dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi konsumen. Maka yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah provider mana yang menjadi provider favorit yang digunakan oleh responden. Dan jawabannya terdapat dalam grafik dibawah ini.

Dan hasilnya adalah provider XL menjadi provider pilihan favorit responden dalam jasa komunikasi. Pilihan favorit lainnya adalah telkomsel, indosat, axis, smartfren, dan three (3). Untuk mengetahui bagaimana pelayanan masing-masing provider sehingga dipilih menjadi provider favorit, maka pertanyaannya adalah alasan memilih provider tersebut. Dan alasannya dapat dilihat pada grafik dibawah ini.

Dari grafik diatas, ternyata alasan utama responden memilih provider favoritnya karena adanya paket hemat. Hal tersebut membuktikan bahwa para provider berusaha menarik hati konsumen dengan memberikan pelayanan yang memuaskan dengan berbagai cara, salah satunya adalah memberikan paket hemat. Selain itu, jaringan yang luas juga menjadi alasan responden dalam memilih providernya. Tidak kalah pentingnya adalah akses yang cepat dalam browsing ataupun hal-hal yang berhubungan dengan komunikasi menjadi alasan pula dalam memilih provider.

Setelah menanyakan alasan memilih smart mobile phone, hingga alasan memilih provider favorit, maka perlu ditambahkan pertanyaan terakhir mengenai penilaian kepuasan responden terhadap smart mobile phone yang mereka miliki. Dan penilaian kepuasan tersebut dapat dilihat pada grafik dibawah ini.

4.   KESIMPULAN

Dari survey online melalui kuesioner yang telah dilakukan, dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:

  1. Konsumen memilih produk-produk smart mobile phone berdasarkan fitur-fiturnya yang menarik. Maka pihak produsen harus pintar dalam membuat smart mobile phone, fitur-fitur yang diberikan harus menarik dan kemudahan dalam penggunaan smart mobile phone.
  2. Blackberry menjadi pilihan utama dalam memilih smart mobile phone. Hal tersebut dapat terjadi karena produsen blackberry lebih unggul dalam memberikan fitur pada produknya.
  3. Aplikasi yang sering digunakan oleh konsumen pada smart mobile phonenya adalah text messaging. Seharusnya tanpa smart mobile phone pun, kegiatan text messaging dapat dilakukan menggunakan mobile phone biasa (SMS). Tetapi karena fitur blackberry messenger, selain chatting juga dapat mengirim file berupa gambar atau audio, konsumen lebih sering melakukan kegiatan text messaging menggunakan fitur tersebut.
  4. Dalam memilih provider, konsumen lebih memikirkan paket-paket hemat yang ditawarkan. Oleh sebab itu, pihak provider harus memikirkan jasa pelayanan komunikasi melalui paket hemat yang murah tetapi menjamin dalam pengaksesan.

5. SARAN

Untuk saran kedepannya, dalam pembuatan paper perlu dipikirkan mengenai responden agar diperbanyak jumlahnya, bila perlu, responden minimal 100 orang. Karena, dengan banyaknya jumlah responden, hasil survey yang dilakukan mendekati hasil yang sebenarnya. Untuk kali ini, paper yang telah dibuat, yaitu pengguna smart mobile phone memiliki kekurangan jumlah responden. Hal tersebut terjadi karena survey yang dilakukan berdasarkan survey online saja dan tidak ada survey tertulis. Kurangnya informasi mengenai survey yang ada juga menjadi faktor kelemahan paper ini.

Perlu dipikirkan juga mengenai penambahan pertanyaan-pertanyaan tentang smart mobile phone yang belum terkover dalam paper ini, karena kedepannya aplikasi-aplikasi akan terus berkembang mengikuti mobilitas konsumen smart mobile phone.

6.   LAMPIRAN

KUESIONER SMART MOBILE PHONE

November 2011

 

                                                                                                       Identitas:

Jenis kelamin : L / P

Di isi tgl         : … / … / …

1. Pekerjaan Anda:

a. Pelajar    b. Pegawai Swasta   c. Pegawai Negeri   d. Wiraswasta

e. Lainnya:…………….

2. Apakah Anda menggunakan smart mobile phone?

a. Ya          b. Tidak

3. Alasan Anda menggunakan smart mobile phone?

a. Kebutuhan sesuai pekerjaan

b. Fitur-fitur yang ditawarkan menarik

c. Mudah dalam mobile web-browsing

d. Kemampuan multi-tasking

e. Mengikuti trend gaya hidup (life style)

4. Smart mobile phone jenis apa yang Anda gunakan?

a. Iphone              c. Motorola                e. Nokia              g. Lainnya:…………………….

b. Samsung           d. Sony Ericsson        f. Blackberry

5. Kegiatan apa yang Anda lakukan pada smart mobile phone Anda?

(Boleh lebih dari 1)

a. Mencari informasi

Frekuensi penggunaan:  a. Selalu      b. Sering       c. Kadang-kadang     e. Jarang

b. Games

Frekuensi penggunaan:  a. Selalu      b. Sering       c. Kadang-kadang     e. Jarang

c. Email

Frekuensi penggunaan:  a. Selalu      b. Sering       c. Kadang-kadang     e. Jarang

d. Text Messaging

Frekuensi penggunaan:  a. Selalu      b. Sering       c. Kadang-kadang     e. Jarang

e. Social Networking

Frekuensi penggunaan:  a. Selalu      b. Sering       c. Kadang-kadang     e. Jarang

f. Mendengarkan musik atau melihat video

Frekuensi penggunaan:  a. Selalu      b. Sering       c. Kadang-kadang     e. Jarang

6. Selain menggunakan SMS, text messaging jenis apakah yang anda gunakan?

a. Blackberry Messenger

b. Skype

c. Yahoo Messenger

d. Windows Live Messenger

f. Lainnya: ………………………………

7. Provider manakah yang Anda gunakan untuk smart mobile phone Anda?

a. Telkomsel

b. Indosat

c. Smartfren

d. Axis

f. 3

g. XL

8. Alasan anda memilih provider tersebut?

a. Akses cepat

b. Jaringan Luas

c. Tarif murah

d. Adanya paket hemat

9. Penilaian kepuasan Anda terhadap smart mobile phone Anda?

a. Sangat Puas

b. Puas

c. Kurang Puas

d. Sangat Tidak Puas

All About Mobile Communication

GPRS (singkatan dalam bahasa Inggris: General Packet Radio Service) adalah suatu teknologi yang memungkinkan pengiriman dan penerimaan data lebih cepat dibandingkan dengan penggunaan teknologi Circuit Switch Data atau CSD. Penggabungan layanan telepon seluler dengan GPRS (General Packet Radio Service) menghasilkan generasi baru yang disebut 2.5G. Sistem GPRS dapat digunakan untuk transfer data (dalam bentuk paket data) yang berkaitan dengan e-mail, data gambar (MMS), Wireless Application Protocol (WAP), dan World Wide Web (WWW).

Komponen-komponen utama jaringan GPRS adalah:

  • GGSN (Gateway GPRS Support Node): gerbang penghubung jaringan GPRS ke jaringan internet. Fungsi dari komponen ini adalah sebagai interface ke PDN (Public Data Network), information routing, network screening, user screening, address mapping.
  • SGSN (Serving GPRS Support Node): gerbang penghubung jaringan BSS/BTS ke jaringan GPRS. Komponen ini berfungsi untuk mengantarkan paket data ke MS, update pelanggan ke HLR, registrasi pelanggan baru.
  • PCU : komponen di level BSS yang menghubungkan terminal ke jaringan GPRS

SGSN bertugas:

  1. Mengirim paket ke Mobile Station (MS) dalam satu area
  2. Mengirim sejumlah pertanyaan ke HLR untuk memperoleh profile data pelanggan GPRS (management mobility)
  3. Mendeteksi MS-GPRS yang baru dalam suatu area servis yang menjadi tanggung jawabnya (location management)
  4. SGSN dihubungkan ke BSS pada GSM dengan koneksi frame relay melalui PCU (Packet Control Unit) di dalam BSC.

GGSN bertugas:

  1. Sebagai interface ke jaringan IP external seperti : public internet atau mobile service provider
  2. Memutakhirkan informasi routing dari PDU ( Protokol Data Units) ke SGSN.

GPRS menggunakan sistem komunikasi packet switch sebagai cara untuk mentransmisikan datanya. Packet switch adalah sebuah sistem di mana data yang akan ditransmisikan dibagi menjadi bagian-bagian kecil (paket) lalu ditransmisikan dan diubah kembali menjadi data semula. Sistem ini dapat mentransmisikan ribuan bahkan jutaan paket per detik. Transmisi dilakukan melalui PLMN (Public Land Mobile Network) dengan menggunakan IP seperti 08063464xxx. Karena memungkinkan untuk pemakaian kanal transmisi secara bersamaan oleh pengguna lain maka biaya akses GPRS, secara teori, lebih murah daripada biaya akses CSD. GPRS didesain untuk menyediakan layanan transfer packet data pada jaringan GSM dengan kecepatan yang lebih baik dari GSM. Kecepatan yang lebih baik ini didapat dengan menggunakan coding scheme (CS) yang berbeda dari GSM.

Gambar diatas adalah arsitektur dari diagram network GPRS.

Gambar diatas adalah konfigurasi sistem GPRS

3G (third-generation technology) merupakan sebuah standar yang ditetapkan oleh International Telecommunication Union (ITU) yang diadopsi dari IMT-2000 untuk diaplikasikan pada jaringan telepon selular. Istilah ini umumnya digunakan mengacu kepada perkembangan teknologi telepon nirkabel versi ke-tiga. Melalui 3G, pengguna telepon selular dapat memiliki akses cepat ke internet dengan bandwidth sampai 384 kilobit setiap detik ketika alat tersebut berada pada kondisi diam atau bergerak secepat pejalan kaki. Akses yang cepat ini merupakan andalan dari 3G yang tentunya mampu memberikan fasilitas yang beragam pada pengguna seperti menonton video secara langsung dari internet atau berbicara dengan orang lain menggunakan video. 3G mengalahkan semua pendahulunya, baik GSM maupun GPRS. Beberapa perusahaan seluler dunia akan menjadikan 3G sebagai standar baru jaringan nirkabel yang beredar di pasaran ataupun negara berkembang

Gambar diatas adalah integrasi dengan 3G

Dalam konfigurasi saat ini, jaringan akses radio dihubungkan dengan PSTN melalui Mobile Switching Center (MSC). Saat ini, layanan komunikasi data diberikan dengan menggunakan sekumpulan modem yang tergabung dalam Inter-Working Unit (IWU). Hubungan modem ini akan mem-bypass vocoder dan menghubungkan jaringan data melalui jaringan PSTN. Dalam hal ini jaringan data tidak terhubung langsung dengan Jaringan Akses Radio.

Struktur jaringan dari UMTS RAN memiliki dua sub-network:

  • Jaringan telekomunikasi mempunyai fungsi untuk mentransportasikan informasi antara end-connection-nya.
  • Jaringan manajemen mempunyai fungsi menghitung, mendaftarkan, melakukan pengaturan dan menangani keamanan dari data, operasi dari tiap elemen dan jaringan yang harus mendukung operasi jaringan yang tepat yaitu pendeteksian dan menangani masalah data yang error dan yang bersifat anomaly atau operasi kosong setelah mengalami disconnection atau mengembalikan periode dari beberapa elemen-elemen data yang ditransmisikan.
  • Jaringan Lokal (Core Network). Jaringan Lokal menggabungkan fungsi kecerdasan dan transport. Core Network ini mendukung pensinyalan dan transport informasi dari trafik, termasuk peringanan beban trafik. Fungsi-fungsi kecerdasan yang terdapat langsung seperti logika dan dengan adanya keuntungan fasilitas kendali dari layanan melalui antarmuka yang terdefinisi jelas; yang juga pengaturan mobilitas. Dengan melewati inti jaringan, UMTS juga dihubungkan dengan jaringan telekomunikasi lain, jadi sangat memungkinkan tidak hanya antara pengguna UMTS mobile, tetapi juga dengan jaringan yang lain.
  • Jaringan akses radio menyediakan koneksi antara terminal mobile dan Core Network. Dalam UMTS jaringan akses dinamakan UTRAN (Access Universal Radio electric Terrestrial). UTRA mode UTRAN terdiri dari satu atau lebih Jaringan Sub-Sistem Radio (RNS). Sebuah RNS merupakan suatu sub-jaringan dalam UTRAN dan terdiri dari Radio Network Controller (RNC) dan satu atau lebih Node B. RNS dihubungkan antar RNC melalui suatu Iur Interface dan Node B dihubungkan dengan satu Iub Interface.

International Telecommunications Union (ITU) mendefinisikan generasi ketiga (3G) sebagai standar telepon mobile IMT-2000 untuk memfasilitasi pertumbuhan, peningkatan bandwidth, dan dukungan aplikasi yang lebih beragam. Sebagai contoh, GSM dapat memberikan bukan suara saja, tetapi juga circuit-switched data pada kecepatan hingga 14,4 Kbps. Tetapi untuk mendukung aplikasi multimedia mobile, 3G harus memberikan paket-switched data dengan efisiensi spektral yang lebih baik, pada kecepatan yang lebih jauh. Namun, untuk mendapatkan dari 2G ke 3G, operator seluler telah membuat “evolusi” upgrade ke jaringan yang sudah ada sekaligus perencanaan “mereka” revolusioner jaringan mobile broadband baru. Hal ini mengarah pada pembentukan dua keluarga yang berbeda 3G, yaitu 3GPP dan 3GPP2.

The 3rd Generation Partnership Project (3GPP) dibentuk pada tahun 1998 untuk membantu penyebaran jaringan 3G yang turun dari GSM. Teknologi 3GPP berkembang sebagai berikut :

  1. General Packet Radio Service (GPRS) menawarkan kecepatan hingga 114 Kbps.
  2. Enhanced Data Rates for Global Evolution (EDGE) mencapai hingga 384 Kbps.
  3. UMTS Wideband CDMA (WCDMA) menawarkan kecepatan downlink hingga 1,92 Mbps.
  4. High Speed Downlink Packet Access (HSPDA) mendorong downlink untuk 14Mbps.
  5. LTE Evolved UMTS Terrestrial Radio Access (E-UTRA) bertujuan untuk 100 Mbps.

Berikut ini adalah perbedaan dari 2G dan 3G:

  • Teknologi generasi kedua muncul karena tuntutan pasar dan kebutuhan akan kualitas yang semakin baik. Generasi 2G sudah menggunakan teknologi digital. Generasi ini menggunakan mekanisme Time Division Multiple Access (TDMA) dan Code Division Multiple Access (CDMA) dalam teknik komunikasinya.
Kelebihan teknologi 2G Kelemahan teknologi 2 G
Generasi kedua selain digunakan untuk komunikasi suara, juga bisa untuk SMS (Short Message Service adalah layanan dua arah untuk mengirim pesan pendek sebanyak 160 karakter), voice mail, call waiting, dan transfer data dengan kecepatan maksimal 9.600 bps (bit per second). Kelebihan 2G dibanding 1G selain layanan yang lebih baik, dari segi kapasitas juga lebih besar. suara yang dihasilkan menjadi lebih jernih, karena berbasis digital, maka sebelum dikirim sinyal suara analog diubah menjadi sinyal digital. Tenaga yang diperlukan untuk sinyal sedikit sehingga dapat menghemat baterai, sehingga handset dapat dipakai lebih lama dan ukuran baterai bisa lebih kecil. Kecepatan transfer data masih rendah, tidak efisien untuk trafik rendah, jangkauan jaringan masih terbatas dan sangat tergantung oleh adanya BTS (cell Tower).
  • Teknologi generasi ketiga (3G Third Generation) dikembangkan oleh suatu kelompok yang diakui para ahli dan pelaku bisnis yang berkompeten dalam bidang teknologi wireless di dunia. 3G (Third Generation) sebagai teknologi yang berfungsi mempunyai kecepatan transfer data sebesar 144 kbps pada kecepatan user 100 km/jam, mempunyai kecepatan transfer data sebesar 384 kbps pada kecepatan berjalan kaki, mempunyai kecepatan transfer data sebesar 2 Mbps pada untuk user diam (stasioner).
Kelebihan teknologi 3G Kelemahan Teknologi 3G
Memiliki kecepatan transfer data cepat (144kbps-2Mbps) sehingga dapat melayani layanan data broadband seperti internet, video on demand, music on demand, games on demand, dan on demand lain yang memungkinkan kita dapat memilih program musik, video, atau game semudah memilih channel di TV. Kecepatan setinggi itu juga mampu melayani video conference dan video streaming lainnya. Memerlukan Kontrol Daya “Ideal” dan belum mencukupinya kecepatan transfer data dalam melayani layanan multimedia yang memerlukan kecepatan yang mumpuni.

Kelebihan 3G dari generasi-genersi sebelumnya, yaitu kualitas suara yang lebih bagus, keamanan yang terjamin, kecepatan data mencapai 2 Mbps untuk lokal/Indoor/slow-moving access dan 384 kbps untuk wide area access, support beberapa koneksi secara simultan, sebagai contoh, pengguna dapat browse internet bersamaan dengan melakukan call (telepon) ke tujuan yang berbeda, infrastruktur bersama dapat mensupport banyak operator dilokasi yang sama. Interkoneksi ke other mobile dan fixed users, roaming nasional dan internasional, bisa menangani packet-and circuit-switched service termasuk internet (IP) dan videoconferencing. Juga high data rate communication services dan asymmetric data transmission, efiensi spektrum yang bagus, sehingga dapat menggunakan secara maksimum bandwidth yang terbatas, support untuk multiple cell layer, co-existance and interconnection dengan satellite-based services, mekanisme billing yang baru tergantung dari volume data, kualitas service dan waktu.

Teknologi 3.5 G atau disebut juga super 3G merupakan peningkatan dari teknologi 3G, terutama dalam peningkatan kecepatan transfer data yang lebih dari teknologi 3G (>2 Mbps) sehingga dapat melayani komunikasi multimedia seperti akses internet dan video sharing.

Teknologi fourth generation (4G) adalah teknologi yang baru memasuki tahap uji coba. Salah satunya oleh Jepang dimana pihak NTT DoCoMo, perusahaan ponsel di Jepang, memanfaatkan tenaga hingga 900 orang insinyur ahli untuk mewujudkan teknologi generasi ke 4.

Motivasi Teknologi 4G mendukung service multimedia interaktif, telekonfrensi, Wireless Intenet, bandwidth yang lebar, bit rates lebih besar dari 3G, global mobility, Service Portability, Low-cost service, dan skalabilitas untuk jaringan mobile. Teknologi yang baru dalam 4G sepenuhnya untuk jaringan packet-switched, semua komponen jaringan digital, bandwidth yang besar untuk mendukung multimedia service dengan biaya yang murah (Sampai 100 Mbps), dan jaringan keamanan data yang kuat. Untuk teknologi 4G, kemungkinan teknologi yang diadaptasi adalah MIMO-OFDM (Multi Input Multi Output – Orthogonal Frequency Modulation). OFDM merupakan suatu teknik transmisi multi carrier (banyak frekuensi), dimana tiap frekuensi adalah orthogonal satu sama lain, sehingga terjadinya overlapping tidak akan menyebabkan interferensi. Dan di sisi lain teknik MIMO dapat membuat kanal paralel independen dalam spatial domain untuk mengirimkan data stream yang beragam. Teknik MIMO bisa memperbesar kapasitas kanal tanpa mengurangi bandwidth yang ada. Jumlah antena yang dipergunakan pada bagian pemancar 2 sedangkan pada bagian penerima 4. MIMO dapat mencapai kecepatan transfer data sampai 59,52 Mb.

Rangkuman Tugas 1: Transmisi Nirkabel (Wireless)

Dalam dunia telekomunikasi, tidak lepas dari transmisi (mengirim) dan receiver (menerima). Untuk mentransmisikan sebuah informasi atau sinyal, dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu cara mentransmisikan sebuah informasi adalah dengan transmisi nirkabel atau biasa dikenal dengan wireless. Untuk mempelajari teknik transmisi nirkabel, maka perlu dipahami beberapa hal berikut ini:

  1. Frekuensi
  2. Sinyal
  3. Antena
  4. Propagasi Sinyal
  5. Multiplexing
  6. Sistem seluler

Dan selanjutnya akan dibahas satu persatu hal-hal yang mendukung teknik transmisi nirkabel agar mempermudah pemahaman transmisi nirkabel tersebut.

1. Frekuensi

Untuk mentransmisikan sebuah informasi diperlukan adanya frekuensi. Frekuensi dapat dikelompokkan berdasarkan besarannya dan panjang gelombang, yaitu dari 300 Hz hingga 300 THz dan dari 1 Mm hingga 1 μm. Berikut ini adalah gambar rentang frekuensi yang digunakan untuk telekomunikasi.

Gambar 1.1. Rentang Frekuensi Telekomunikasi

Hubungan antara frekuensi dan panjang gelombang adalah besarnya panjang gelombang (λ) ditentukan dari hasil pembagian kecepatan cahaya (c@3×108m/s) dan frekuensi (f) tersebut. Dapat dituliskan dengan rumus:

Pembagian frekuensi yang digunakan untuk telekomunikasi berada pada VHF hingga SHF. Berikut ini adalah contoh-contoh frekuensi telekomunikasi:

  1. VHF hingga UHF digunakan untuk radio.
  2. SHF dan yang lebih tinggi digunakan untuk link radio secara langsung, komunikasi satelit
  3. Sedangkan transmisi nirkabel menggunakan frekuensi UHF hingga SHF

 2. Sinyal

Setelah frekuensi yang digunakan untuk mengirim informasi, maka diperlukan adanya sinyal sebagai informasi. Sinyal merupakan representasi dari informasi atau data. Biasanya sinyal memiliki fungsi waktu dan lokasi. Klasifikasi dari sinyal dibagi menjadi 4 bagian, yaitu:

  1. Berdasarkan waktunya, terdapat kontinyu dan deskrit.
  2. Berdasarkan besaran atau nilainya, terdapat besaran kontinyu dan besaran deskrit
  3. Untuk sinyal analog, maka waktunya kontinyu dengan besaran yang kontinyu
  4. Untuk sinyal digital, maka waktunya deskrit dengan besaran deskrit.

Parameter sinyal dari sinyal periodik adalah periode (T), frekuensi (f) = , amplitude (A) dan pergesaran fasa (j). Dapat dituliskan dalam rumus:

s(t) = At sin(2 p ft t + jt)

sinyal yang periodic ini digunakan sebagai sinyal pembawa (carrier). Perbedaan representasi sinyal dibagi menjadi 3 domain, yaitu amplitudo domain, frekuensi domain dan phase state diagram. Berikut ini adalah sinyal yang dilihat berdasarkan domain amplitudo:

Gambar 1.2. Sinyal Berdasarkan Domain Amplitudo

Sedangkan gambar dibawah ini adalah sinyal yang dilihat berdasarkan domain frekuensi:

 

Gambar 1.3. Sinyal Berdasarkan Domain Frekuensi

Selanjutnya adalah sinyal yang dilihat berdasarkan phase state diagram:

 

Gambar 1.4. Sinyal Berdasarkan Fasanya (Magnitude dan Besar Sudutnya)

Untuk sinyal yang berupa digital, membutuhkan frekuensi yang tak terbatas untuk transmisi yang sempurna dan modulasi dengan frekuensi pembawa untuk transmisinya (sinyal analog)

3. Antena

Dalam teorinya, antena yang ideal memiliki radiasi dalam segala arah (3 dimensi), tetapi dalam kenyataannya tidak ada antena yang memiliki radiasi segala arah. Dalam kenyataannya hanya memiliki beberapa arah saja, secara vertikal dan horisontal. Berikut ini adalah gambar arah antena yang memiliki 3 dimensi arah:

 

Gambar 1.5. Antena Isotropik yang Ideal

Untuk antena yang sebenarnya, tidaklah ideal dengan pembangkit isotropik, tetapi memiliki dipol dengan panjang gelombang  untuk penggunaan pada mobil dan  untuk dipol hertzian. Berikut ini adalah contoh pola radiasi sederhana dari dipole hertzian.

 

Gambar 1.6. Contoh Pola Radiasi Sederhana Dipole Hertzian

4. Propagasi Sinyal

Propagasi sinyal yang dimaksud adalah daerah jangkauan antena dalm mengirim sinyal. Pembagian propagasi sinyal  dibagi menjadi 3 bagian:

  1. Daerah transmisi. Memiliki daerah sinyal yang sangat kuat untuk menerima sebuah pesan karena berada dalam jangkauan pengirim atau transmitter. Pada daerah transmisi ini memiliki tingkat kesalahan yng rendah sehingga memungkinkan untuk melakukan sebuah komunikasi.
  2. Daerah deteksi. Memiliki daerah sinyal yang cukup kuat untuk menerima sebuah pesan karena masih berada dalam daerah pendeteksian transmitter. Pada daerah ini, sinyal mungkin saja terdeteksi tetapi kemungkinan melakukan komunikasi sangat kecil.
  3. Daerah interferensi. Memiliki daerah sinyal yang tidak terjangkau oleh transmitter sehingga tidak dapat melakukan komunikasi sama sekali dan terjadi banyak kesalahan pada sisi penerima.

Berikut ini adalah penggambaran propagasi sinyal yang dibagi berdasarkan daerah jangkauan sebuah transmitter.

Gambar 1.7. Propagasi Sinyal berdasarkan Daerah Penerima

Dalam melakukan propagasi sinyal di ruang terbuka, propagasi ini memiliki ciri menyerupai cahaya lurus. Ciri yang dimaksud adalah ketika propagasi ini menabrak suatu benda atau medium maka sinyal tersebut akan dibelokkan (reflection), melemah kekuatan sinyalnya (fading), tidak dapat menembus ruang bawah tanah (shadowing), menyebar ke segala arah (scattering), dan terjadi difraksi apabila melewati sebuah gunung (diffraction). Tetapi dari kelemahan propagasi sinyal tersebut memiliki keuntungan, yaitu propagasi ganda. Propagasi ganda ini terjadi ketika sinyal yang dikirim menuju penerima berhasil melewati halangan-halangan berupa pembelokkan sinyal, penyebaran sinyal, dan/ataupun difraksi sinyal sehingga sinyal tersebut saling menguatkan ketika berada pada sisi penerima. Untuk lebih jelasnya dapat kita lihat pada gambar berikut ini.

 

Gambar 1.8. Propagasi Ganda Sebuah Sinyal

Propagasi sinyal juga dapat terganggu ketika pada sisi penerima bergerak terus secara acak sehingga membutuhkan lebih dari 3 transmitter. Pada pergerakan sisi penerima terjadi perpindahan dari transmitter A ke transmitter B. Perpindahan ini berubah terus menerus seiring berjalannya waktu dan lokasi yang berpindah-pindah. Efek yang terjadi apabila terjadi perpindahan transmitter adalah jalur sinyal berubah, sinyal yang dikirim menjadi putus nyambung dan bisa memutuskan komunikasi secara langsung.

5. Multiplexing

Dalam pengiriman sinyal, dibutuhkan sebuah multiplexing untuk membagi beberapa channel pengguna sarana telekomunikasi. Pembagiannya ada 5, yaitu:

  1. Berdasarkan ruang kosong (space) atau Si.
  2. Berdasarkan waktu (t). Multipleks jenis ini memiliki perbedaan pada channel tiap pengguna, dan yang membedakan adalah waktu komunikasi tersebut terjadi, sedangkan frekuensi yang digunakan adalah seluruhnya. Keuntungan dari multipleks ini adalah hanya membutuhkan 1 sinyal pembawa yang tidak terlalu besar dalam setiap waktu dan kelemahannya dibutuhkan waktu yang tepat untuk melakukan sebuah komunikasi agar tidak terjadi tabrakan antar pengguna. Berikut ini adalah penggambaran multipleks yang dibagi berdasarkan waktu.

 

Gambar 1.9. Multipleks Berdasarkan Waktu (t)

  1. Berdasarkan frekuensi (f). Multipleks jenis ini memiliki perbedaan pada frekuensinya, sehingga dalam waktu yang bersamaan dapat melakukan komunikasi. Tetapi perlu di ingat kembali bawha dalam melakukan komunikasi yang berbasis multipleks frekuensi harus menyamakan frekuensi pengirim dan penerima. Keuntungan dari multipleks jenis ini adalah dapat digunakan pada sinyal analog dan kelemahannya adalah apabila terjadi kesamaan frekuensi, maka komunikasi orang lainpun dapat kita dengarkan, penggunaan bandwidth yang cukup boros karena ditambahi dengan jarak antar frekuensi agar tidak terjadi interferensi. Contoh multipleks frekuensi adalah pada radio FM (Frequency Modulation) Berikut ini adalah penggambaran multipleks jenis frekuensi.

 

Gambar 1.10. Multipleks Berdasarkan Frekuensi (f)

  1.  Berdasarkan penggabungan waktu dan frekuensi (ft). Multipleks ini membagi channel pengguna berdasarkan waktu dan frekuensi yang digunakan, sehingga dalam waktu dan frekuensi yang berbeda-beda, kita dapat melakukan komunikasi. Keuntungan dari multipleks jenis ini adalah melindungi dari penyadapan, melindungi dari interferensi frekuensi tetapi kelemahannya adalah dibutuhkan perjanjian dalam koordinasi penggunaan frekuensi. Contoh multipleks waktu dan frekuensi adalah GSM. Berikut ini adalah penggambaran multipleks waktu dan frekuensi.

 

Gambar 1.11. Multipleks Berdasarkan Waktu (t) dan Frekuensi (f)

  1. Dan yang terakhir berdasarkan kode-kode (c) yang digunakan. Multipleks jenis ini membagi channel pengguna berdasarkan kode yang digunakan, sehingga dalam waktu dan frekuensi yang sama, dapat melakukan komunikasi yang berbeda-beda. Hanya saja ketika kita ingin melakukan komunikasi berdasar multipleks kode, maka kode yang digunakan pengirim dan penerima haruslah sama. Keuntungan dari multipleks kode ini adalah penggunaan bandwidth yang lebih efisien, tidak dibutuhkan koordinasi dan sinkronisai, dan proteksi yang sangat tinggi dari penyadapan karena harus menyamakan kodenya. Contoh multipleks ini adalah pada CDMA. Berikut ini adalah penggambaran multipleks kode.

 

Gambar 1.12. Multipleks Berdasarkan Kode (c)

 6. Sistem seluler

Sistem ini berkembang sejak terjadinya komunikasi yang fleksibel dan terus bergerak. Sistem ini ditujukan untuk melindungi beberapa area transmisi yang tidak terjangkau sehingga membentuk sel (cell). Dari beberapa sel yang saling berdekatan, membentuk suatu sistem, sehingga ketika kita dapat melakukan komunikasi pada daerah jangkauan transmitter. Ketika kita berpindah tempatpun (mobile) kita juga akan terlindungi oleh sistem sel tersebut. Keuntungan dari sistem ini adalah:

  1. Kapasitas pengguna menjadi banyak
  2. Kemampuan pengiriman terjamin
  3. Sedikit daya yang dibutuhkan untuk transmisi

Sedangkan kelemahannya adalah dibutuhkan jaringan yang pasti untuk base stations, kesiapan transmitter dalam perpindahan sel satu ke sel lainnya dan dapat terjadi interferensi antar sel. Ukuran sel bermacam-macam, mulai dari 100 meter untuk dalam kota hingga 35 km untuk antar Negara tetangga. Berikut ini adalah beberapa contoh sistem sel:

 

Gambar . Sistem Selular